Wajib Selalu Belajar
Ini bukan cerita karangan dan bukan juga hoax, ini adalah kisahku sendiri dan terjadi pada diriku sendiri,
Jadi sejak masih sekolah di SD aku itu sudah sering di suruh membantu jualan sama orang tuaku, memang dasarnya orang tuaku adalah seorang pedagang. dari kecil aku sudah terbiasa melihat orang tuaku bertransaksi,hitung hitungan untung rugi,setiap apa yang dilihat ,selalu saja bisa jadi bahan bisnis.dan itu terbawa olehlku sampai saat ini .
Orang tuaku dulu termasuk pedagang yang terkenal dijamannya.dari pedagang hasil bumi sampai makanan siap saji pernah dilakukan orang tuaku.
Ya namanya jaman, dari dulu cepat berubah dan orang tuaku termasuk yang tidak mau upgred skill,sellau saja ketinggalan saat ada kemauan upgred. dari pengalam itu maka aku sampai saat ini selalu belajar mengikuti jaman walupun belajarnya otodidak tanpa guru.
Saat masih SMP aku sudah terbiasa buruh di tempat orang .walaupun orang tuaku juga masih punya usaha ,tapi aku pilih ikut orang bikin tahu, selep padi,tambal ban ,karena mendapatkan bayaran.dan hatiku senang karena tidak merepotkan orang tua, dan saat itu aku juga sudah pelihara ternak babi sendiri 10ekor.
Saat aku sudah menikah dan kondisi orang tuaku bangkrut,aku sudah mulai punya mental agak tebal. usaha selalu ada dipikiranku, karena tidak punya sawah ladang, jadi otaknya harus main,bagaimana caranya supaya bisa dapat uang,
Dari usaha ternak ulat pakan burung,sayur keliling,jual beli ayam kampung,kernet angkot, sopir taxi,bikin usaha jogelot,kerupuk uyel semuanya pernah saya jalani bersama istri saat masih belum punya anak dan semuanya gagal,
Dari pengalaman itulah akirnya dapat pelajaran hidup.dan pengalaman pengalaman itu adalah guru saya. saya selalu belajar sendiri untuk setiap kali memulai usaha .dijaman itu juga belum ada internet ,hp,jadi informasi masih minim tidak smeudah sekarang.
Karena di desa usaha selalu gagal, akirnya saya nekat pergi merantau keluar pulau dan bertemu dengan jalan nasip saya. pekerjaan yang tidak terpikirkan olah saya menuntun menuju ke ekonomi lebih baik sampai saat ini.
Singkat cerita saya sekarang mempunyai usaha yang saya kembangkan dengan pelan tapi pasti,karena modal pas pasan jadi semuanya tidak berkembang secepat kilat. belajar dari pangalaman yang dulu dulu akirnya membuahkan hasil..
Saat saya mengembangkan produk produk frosen saya ,saya selalu keluar biaya kegagalan. misal saya mengembangkan bakso jamur. ,itu tidak sekali jadi,karena adonan masih mencari cari sendiri. tidak seperti sekarang, sekali membuka google,info apa yang diinginkan ada. saat saya mengembangkan bakso jamur saya membayar kegagalan sekitar 2jutaan saat itu 2009 dan itulah guru saya
Saat ini saya juga terus belajar sendiri otodidak di dunia maya yang dalam ini,upgred skill untuk bertahan di era modern dan biar tidak ketinggalan jaman. mencari uang tambahan dari manapun di era digital ini bisa dilakukan,tapi ingat,itu juga tidak mudah.
Saya sekarang juga mengembangkan sebuah proyek digital yang hasil dari belajar otodidak,gurunya adalah informasi dari mana mana di internet,meraba raba menggabung dan lainnya. gagal itu adalah bukan kalah tapi itu adalah cambuk dan kesuksesan yang tertunda,jika di lanjut akan berhasil.
Saya bikin akun channel youtube beberapa kali juga gagal,karena masih belajar jadi ngawur waktu itu.karena punya kemauan belajar,lama lama juga bisa dan tau caranya.
Jadi begitulah, usaha apapun jika sudah berkembang ,yang susah adalah "cara bertahannya", makanya wajib terus belajar ,walaupun otodidak.dan itu sudah saya lakukan puluhan tahun.
Wes segitu dulu saya ceritakan secara singkat perjalanan belajarku..
besok lagi...Ingat Jangan Malas Belajar


.png)
